Jebolan Empat Bidang Ini Bakal Paling Dicari

saint monica jakarta

Saint Monica Jakarta – Ada empat bidang yang lulusannya bakal dicari untuk memenuhi keperluan profesi di masa akan datang. Catatan dari The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada situs en.unesco.org memperlihatkan, empat bidang itu yaitu sains, teknologi, teknik mesin, dan matematika (STEM). Di Indonesia, keperluan hal yang demikian semakin mengemuka lantaran pemerintah tengah mengasah pembangunan. Di Indonesia pula, rasio insinyur sekarang, cuma meraba angka 3.038 orang per sejuta penduduk. Mari bandingkan dengan Myanmar dengan catatan insinyur 3.844 orang per sejuta penduduk.

Lalu, Vietnam dengan 8.917 orang per sejuta penduduk serta Singapura yang menempuh 28.235 insinyur per sejuta penduduk. Alat-hal itu memiliki pesan bahwa jumlah insinyur Indonesia menempati posisi paling buncit di Asia Tenggara.

Berangkat dari kenyataan itu, Susanto Lewat, CEO Sinarmas Agro Resources And Technology (SMART), dalam keterangan tertulis yang diterima .com hari ini mengatakan pihaknya menggelar tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pengajaran. ” kepedulian perusahaan (CSR) yang berkesinambungan ini kami mau si kecil-si kecil muda berprestasi dari pelosok Indonesia mempunyai peluang untuk melanjutkan pengajarannya ke perguruan tinggi dan mengejar cita-cita mereka terutama di bidang STEM,” ujar Susanto Lewat.

Bea siswa SMART menyalurkan bea siswa terhadap masyarakat lokal di sekitar lokasi operasional perusahaan. Program ini akan berjalan sampai pelaksanaan perekrutan terakhir pada 2020 dengan sempurna bantuan dana lebih dari Rp 2,8 miliar yang diberi terhadap 40 siswa. Pada putaran pertama, lanjut ia, bea siswa diberi terhadap enam siswa berprestasi dari Kabupaten Kapuas Hulu untuk melanjutkan pengajaran ke perguruan tinggi.

Penyerahan bea siswa dijalankan di kantor perwakilan perusahaan di Pontianak, hari ini. Ada enam siswa yang menerima beasiswa, adalah Alda Elfiana dari Desa Marsedan Raya dengan jurusan kuliah Kesehatan Lingkungan, Lina dari Desa Menapar dengan jurusan kuliah Teknik Mesin, Septiana Rita dari Desa Menapar dengan jurusan kuliah Teknik Mesin, Susiana Ikat dari Desa Menapar dengan jurusan kuliah Teknik Mesin, Yunus Sawang Budiman dari Desa Tua Abang dengan jurusan kuliah Teknik Pertanian, dan Sahrul Gunawan dari Desa Madang Permai dengan jurusan kuliah Teknik Mesin.

 

 

Baca Juga : Saint Monica Jakarta School