Kampoeng Kurma - Kurma Tropis Nan Fantastis

Kurma Tropis Nan Fantastis

Kurma Tropis Nan Fantastis – Anggapan bahwa pohon kurma tidak bisa berbuah di Indonesia serta minimnya petani yang mau mencoba menanam, menyebabkan negara kita Indonesia harus mengimpor buah kurma dari luar untuk memenuhi kebutuhan terhadap Buah Kurma. Selalu ada peningkatan nilai dan volume yang signifikan untuk impor kurma Indonesia. Kementrian Perdagangan mencatat bahwa Total Impor Kurma Indonesia dapat mencapai Rp. 483 M lebih pertahun.

Kurma termasuk salah satu komoditi yang mampu mempunyai serapan pasar cukup tinggi, sehingga membuka peluang bagi masyarakat untuk membudidayakan secara masif. Akan sangat disayangkan sekali bila masayarakat Indonesia hanya tertarik coba-coba dalam budidaya buah yang satu ini.

Mungkin dalam tulisan kali ini kita akan belajar kepada negara tropis pertama yang membudidayakan kurma adalah Thailand. Bahkan, petani kurma disini memilki satu jenis kurma kultivar kebanggaan yang dinamai Kolak One (KL-1) atau yang juga dikenal dengan Kurma Tropis yang punya sifat adaptif terhadap iklim tropis. Kultivar unggulan ini adalah hasil temuan Sak Lamjuan, PhD, seorang peneliti dari universitas Maejo, Chiangmai. Kurma jenis ini adalah perbanyakan dari biji dan sudah mulai berbuah pada usia 3-4 tahun.

kampoeng kurma

Kurma Tropis ini juga memiliki keistimewaan lain yaitu mampu berbuah tanpa melakukan perangsangan. Kini sudah banyak daerah-daerah di negara Thailand yang mulai membudidayakan KL-1, seperti Thailand Utara (Chiangmai), Thailand Tengah (Suphanburi), Thailand Timur (Chipanburi), dan Thailand Barat (Kanchanaburi).

Lebih kurang sudah terdapat 100 perkebunan Kurma Tropis Di Thailand. Petani Kurma Thailand lebih memilih membudidayakan jenis kurma tropis ini, sebab lebih tahan disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama, budidaya cukup mudah, dan termasuk pada jenis buah kurma yang baru.

Jika berbicara mengenai harga, maka harga buah ini di Thailand terbilang cukup fantastis. Harga di perkebunan untuk satu kilo kurma dibandrol dengan harga 500 baht atau setara dengan harga Rp.200.000,-. Bila telah memasuki pasar-pasar modern, otomatis harga akan semakin meningkat, yaitu berkisar 800-1000 baht per-kilogramnya atau setara dengan Rp.400.000,-. Harga jual yang cukup tinggi inilah yang membuat Kurma Tropis masuk ke dalam daftar buah eksklusif di negesi Gajah Putih Thailand.

Banyak keunggulan yang dimiliki oleh kurma jenis ini (Kurma Tropis). Kurma Tropis akan mulai berbuah pada usia 3-4 tahun, dengan tingkat produktifitas mencapai 25 kilogram per-pohon saat pohon berusia 5 tahun, kurma ini bisa berbuah tanpa perangsangan, dan memiliki harga jual yang tinggi.

Dengan berbagai kelebihan ini, tidak salah rasanya jika banyak petani Thailand berbondong-bondong mengganti tanaman kebun mereka dengan Kurma Tropis.

Nah, itulah gambaran yang terjadi saat ini di negara tetangga kita Thailand. Beriklim yang sama dengan Thailand tentunya membuat Indonesia juga memiliki peluang yang sama besarnya dengan negara Gajah Putih tersebut. Sekarang pilihan berada ditangan pendudukunya, apakah mau mengikuti langkah Thailand atau tidak.

PT Kampoeng Kurma sebuah proyek perkebunan kurma terbesar di Indonesia telah memulai dengan telah dibukanya ribuan hektare kavling di Indonesia. Lokasi – lokasi kavling kampoeng kurma diantaranya adalah kampoeng kurma koleang jasinga, kampoeng kurma jonggol, kampoeng kurma tanjung sari, kampoeng kurma cirebon, kampoeng kurma banten selatan.

Menanam Kurma Tropis dengan tawaran keuntungan nan fantastis atau membiarkan tanah kosong yang tak mendatangkan keuntungan ekonomis? Pilihannya ada ditangan anda. ?